Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘jepang’

Para sahabat, berikut ada 2 informasi beasiswa bidang sains di negara Jerman. Silakan disampaikan dan disebarkan pada teman, handai-tolan, adik, kakak, keponakan, relasi bisnis atau siapa saja yang berminat sekolah di tempatnya Michael Ballack dan Jurgen Klinsman. OK, semoga bermanfaat, bisa berkunjung ke tembok Berlin dan menikmati gema sepakbola eropa.

Ini info biotek yang pertama:

The International Max Planck Research School (IMPRS) “The Exploration of Ecological Interactions with Molecular and Chemical Techniques” in Jena, Germany, offers 6 PhD fellowships beginning in January 2009. The research focus is on plant-herbivore interactions, and other ecologically relevant relationships are also investigated.
The IMPRS gives doctoral students the possibility to prepare for their doctoral degree in a 3-year structured program providing excellent research conditions. The degree will be granted by the Friedrich Schiller University, Jena. The courses of the IMPRS are held in English.

Students holding a Master’s degree (or equivalent) in molecular biology, ecology, bioinformatics, entomology, microbiology, chemistry, biochemistry neuroethology or bioinformatics from any national and international university with a proven record of success in one of the relevant disciplines and being interested in examining traits of ecological interactions are eligible to conduct a doctoral project within the IMPRS.

Application deadline is June 30, 2009.
For detailed information on the IMPRS and the application procedure please visit our website http://imprs.ice.mpg.de/

(more…)

Advertisements

Read Full Post »

Luar biasa… begitu kesan saya pertama ketika meluncurkan webblog info2biotek ini. Kurang dari sehari sudah diklik lebih dari 173 pengunjung. Padahal related link blog ini masih saya matikan, artinya belum akan terindex oleh mesin pencari seperti google dan yahoo, karena target “market” untuk sementara ini masih untuk kalangan intern. Alhamdulillah, sampai tulisan ini dibuat hasilnya sudah mampu mencapai di atas angka 173 klik. Dan anda bisa bayangkan angka ini dicapai hanya dalam waktu kurang dari sehari, ya kurang dari sehari.

Sahabat, kalau anda seorang dai yang ingin berdakwah, maka blog adalah sarana yang menarik untuk dipakai untuk memberikan pencerahan agama lewat tulisan-tulisan anda. Itulah sebabnya mengapa waktu itu saya termasuk orang yang mendukung dengan penuh semangat ide Mas Imam (Tekbat) untuk mengadakan pelatihan mengenai “ngeblog” kepada para aktivis dakwah yang ada di Arab Saudi dan alhamdulillah ternyata ide tersebut di setujui oleh panitia. Terimaksih kepada ketua panitia dan ketua sie acara yang rela menyisipkan acara pelatihan “dakwah lewat blog” di sela-sela jadwal yang sangat padat. Semoga dengan di picu oleh tulisan-tulisan saya di blog ini mereka akan segera bertebaran di dunia maya, untuk menjelaskan pada dunia mengapa justru nilai-nilai Islam banyak diterapkan di Jepang yang mengakui bahwa “dewa” nya adalah matahari.

OK, kembali ke LAPTOP…

(more…)

Read Full Post »

Hampir dua tahun tinggal di Arab Saudi dan tiga tahun tinggal di Jepang, rasanya selalu menarik untuk menceritakan kepada para sahabat di blog ini  sikap dan budaya masyarakat kedua negara tersebut. Tulisan ini hanya akan mengulas sikap dan budaya masyarakat kedua negara khususnya yang bergerak di bidang riset dan dunia akademik yang saya alami sendiri. Jadi tulisan ini merupakan pengalaman pribadi saya selama tinggal di dua negara tersebut.

Masyarakat akademis di Jepang biasa kerja dari jam 8.30 pagi sampai di atas jam 9 malam. Adalah hal yang biasa jika lab-lab riset di Jepang masih ramai sampai di atas jam 11 malam. Justru akan terlihat aneh bila ada lab di Jepang yang sudah sepi pada jam 7 malam. Waktu tinggal di Jepang, jam kerja saya dari jam 8 pagi sampai jam 9 malam. Jam kerja ini saya sesuaikan dengan bus jemputan yang disediakan oleh kampus terutama waktu berangkat dari asrama ke kampus. Bus pertama berangkat dari asrama jam 7 pagi dan bus terakhir dari kampus jam 6 sore. Kebetulan waktu itu saya dan keluarga tinggal di asrama mahasiswa yang jarak tempuhnya antara kampus-asrama sekitar 30 menit dengan bus kampus. Jadi lumayan bisa gratis ke kampus. Kalo dengan kereta harus mengeluarkan ongkos sekitar 620 yen (sekitar 70.000 rupiah) untuk pulang-pergi. Tapi jam kerja ini bisa “unlimited” ketika menghadapi dead line baik paper seminar, journal report, progress report maupun thesis. Ketika mendekati dead line, saya bersama mahasiswa lain biasa tidak tidur sampai pagi hari, tapi justru asyik kelayapan di dalam lab bereksperimen ria. Tapi jangan khawatir, karena ngelab di Jepang sangat menyenangkan dan kampus menyediakan semua fasilitas yang kita butuhkan ketika bekerja di lab, dari kelengkapan alat dan bahan laboratorium, akses internet 24 jam, akses perpustakaan, dan mesin makanan otomatis yang siap melayani kita selama 24 jam nonstop. Itulah sebabnya mengapa masyarakat dunia memberi “stempel” masyarakat jepang sebagai orang-orang “GILA KERJA” atau “WORKAHOLIC”. Karena mereka memang orang-orang yang serius, pekerja keras, sangat taat pada aturan, sangat menghargai waktu, tertib dan sangat mencintai produk dalam negeri. Jepang adalah negara yang tidak memiliki sumber kekayaan alam, tapi mereka mampu menjelma menjadi raksasa ekonomi dunia dengan semangat “GILA KERJANYA”.

(more…)

Read Full Post »