Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Journals’ Category

Inilah cara pencegahan HIV, Asam Amino, Kunci Kebal HIV. Mengapa tahap infeksi HIV pada beberapa orang tidak berlanjut menjadi AIDS? Sebuah kajian genetik terbaru menunjukkan, hal itu berkaitan dengan adanya asam amino tertentu dalam tubuh yang mampu menghancurkan sel-sel yang terinfeksi HIV. Demikian diungkapkan Bruce Walker, imunolog dan Direktur Ragon Institute of Massachusetts General Hospital, Massachusetts Institute of Technology dan Harvard University di Charlestown. Menurut temuannya, peluang tahap infeksi HIV untuk tidak berkembang menjadi AIDS terjadi pada 1 di antara 300 orang.

Penelitian itu dimulai ketika Walker mengetahui manfaat klinis yang dimiliki oleh pasien-pasein yang memiliki kekebalan terhadap HIV maupun mendekati ciri-ciri hiv lewat program HIV Controller Study. “Saya pikir, kita dapat membentuk kelompok untuk menganalisa hal itu. Kita harus menemukan keunikan genetik dari seseorang yang memiliki kekebalan itu,” ujar Walker. Walker bersama timnya lalu mengambil sampel DNA dari 900 pasien HIV Controller atau orang-orang yang punya kekebalan terhadap HIV tadi. Mereka membandingkannya dengan kode genetik yang terdapat pada 2.600 orang yang memberi respons normal terhadap HIV. Untuk membandingkannya, ia menggunakan Genetic Wide Association Study (GWAS).

(more…)

Read Full Post »

In the tiny realm of nanotechnology, scientists have used a wide variety of materials to build atomic scale structures. But just as in the construction business, nanotechnology researchers can often be limited by the amount of raw materials. Now, Biodesign Institute at Arizona State University researcher Hao Yan has avoided these pitfalls by using cells as factories to make DNA based nanostructures inside a living cell.

(more…)

Read Full Post »

Untuk para sahabat yang berminat untuk mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal dengan impact factor yang tinggi, berikut saya sampaikan 10 besar jurnal dengan impact factor tingi

1.   NATURE

2.  SCIENCE

3.  NEW ENGLAND JOURNAL OF MEDICINE

4.  CELL

5.  PNAS

6.  JOURNAL OF BIOLOGICAL CHEMISTRY

7.  JAMA

8.  THE LANCET

9.  NATURE GENETICS

10. NATURE MEDICINE

Sumber: WIKIPEDIA

Read Full Post »

Tahukah Anda, kulit merupakan rumah yang nyaman bagi ratusan jenis bakteri. Apakah mahluk superimut ini kawan atau lawan?

Selalu menjaga kebersihan dan rajin merawat kulit ternyata tak membuat kita terbebas murni dari bakteri. Bahkan, para peneliti menemukan ada 100 jenis bakteri baru dari yang selama ini diketahui. Untunglah bakteri-bakteri itu bukanlah penyakit. Mereka adalah bagian dari diri kita.

(more…)

Read Full Post »

Pepatah yang mengatakan bahwa tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak cinta dan tak cinta maka tak peduli rasanya cocok sebagai ilustrasi terhadap kebingungan dan ketakutan masyarakat dunia saat ini dalam menghadapi pandemik flu burung di Asia dan flu babi di Meksiko. Bagaimana tidak, orang yang terkena infeksi penyakit flu ini memiliki risiko kematian yang cukup tinggi jika tidak segera ditanggulangi secara medis. Apa dan bagaimana penyebab penyakit flu tersebut saat ini tengah menjadi perbincangan di kalangan ilmuwan mikrobiologi dan juga ahli kesehatan dunia. Hal ini menjadi menarik karena kedua penyakit flu tersebut sama-sama disebabkan oleh penyebaran virus influenza tipe A. Penyakit flu burung disebabkan oleh virus H5N1 sementara penyebab flu babi disebabkan oleh serangan virus H1N1.

Flu babi

(more…)

Read Full Post »

Berdasarkan laporan WHO (World Health Organization), sebuah organisasi di bawah PBB yang menangani masalah kesehatan, sampai saat ini salah satu penyakit penyebab kematian terbesar didunia adalah penyakit infeksi. Obat yang dikenal dan digunakan secara luas untuk membasmi bakteri penyebab infeksi adalah antibiotik. Pada awalnya, penggunaan obat antibiotik telah menunjukkan kemajuan dalam upaya penanggulangan penyakit infeksi, tetapi penggunaan yang terus menerus dan tidak terarah (tidak rasional) menimbulkan berbagai masalah baru. Hal ini disebabkan antibiotik dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan tubuh, apalagi bila penggunaannya dengan dosis yang tidak tepat sering mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Dalam rangka melepaskan diri dari sifat resistensi bakteri terhadap antibiotik para ahli mikrobiologi seakan berkejaran dengan bakteri dalam melakukan adu kreasi dan inovasi. Ketika para ahli mikrobiologi berhasil menemukan antibiotik golongan baru, bakteri pun mengembangkan kemampuan pertahanan (resistensi) yang lebih tangguh melalui mekanisme perubahan genetik (mutasi). Siklus ini terus berlangsung hingga saat ini, akibatnya penyakit infeksi semakin sulit diatasi dan perang melawan penyakit infeksi masih sulit diprediksi kapan akan berakhir jika hanya mengandalkan amunisi antibiotik.

(more…)

Read Full Post »